Senin, 18 Maret 2024

PreTest Silent Teacher (Algoritma dan Pemrograman Komputer )

Silahkan klik link dibawah ini untuk Game/ Kuis

KuisAlgoritma  dan Pemrograman (Pre Test)


Setelah mengisi Post test siswa belajar Algoritma dan Pemrograman

dengan menggunakan Aplikasi Silent Teacher

link nya klik di sini Aplikasi Silent Teacher







Jumat, 29 September 2023

Go-Blog for student


Blog merupakan sebuah website yang gratis untuk dipergunakan membuat tulisan seperti berita, masukan gambar, video, dan lain-lain. Sehingga tulisan tersebut dapat dibaca atau dilihat oleh semua orang dari seluruh dunia tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Tulisan tersebut dapat dilihat oleh semua orang ketika penulis mempublikasikan. Penting sekali untuk mengajarkan kepada peserta didik untuk membuat blog. Sehingga diharapkan peserta didik mampu dan terbiasa membuat tulisan. Hal ini akan membuat daya imaginasi dan ide-ide kreatif peserta didik meningkat. 

Saya sebagai guru hari ini akan mengajarkan kepada peserta didik untuk membuat blog secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri dari 2 orang siswa. Adapun webblog yang akan digunakan adalah blogger.com Output dari pembelajaran hari ini peserta didik dapat menghasilkan sebuah alamat blog dan mampu menulis sederhana dan mempublikasikan tulisan tersebut. Untuk membuat blog baru tentunya peserta didik harus memiliki alamat email yang dipergunakan adalah account gmail.




Demikian Terima kasih




Jumat, 18 November 2022

Ekstrakurikuler Komputer dan Robotik

Pengembangan minat dan bakat murid salah satunya dengan kegiatan ekstrakurikuler komputer. dan robotik

Kegiatan ini diadakan setiap hari jumat, dimulai pada pukul 14.00-15.30. Sebagai pembina eksktrakulikuler komputer saya mengajarkan tentang perangkat keras (Hadrware) dan perangkat Lunak (Software).

Adapun materi perangkat keras tentang merakit komputer dan jaringan internet. Tujuan nya diharapkan murid dapat mengembangkan minat dan bakat nya terhadap pemahaman merakit komputer dan memahami trouble shooting tentang komputer. Sedangkan materi untuk jaringan komputer yaitu tentang pemahaman IP address, perangkat keras jaringan, serta pemahaman tentang pembuatan kabel jaringan (LAN). Selain itu murid akan diajarkan tentang setting router atau wifi. Sehingga murid diharapkan mampu menangangi permasalahan jaringan internet.

Selain ekstrakurikuler tentang komputer ada juga program ekstrakurikuler robotik. Materi yang akan diajarkan tentang cara merakit robot MIND STROM dan siswa mampu membuat program dan mengemembangkan program mind strom tersebut.

Gambar.1 Ekstrakurikuler komputer ( Sofware)

Gambar.2 Ekstrakurikuler komputer ( Sofware)

Gambar.3 Ekstrakurikuler komputer ( Robotik)

Gambar.4 Ekstrakurikuler komputer ( Merakit Komputer)

Gambar.5 Ekstrakurikuler komputer ( Merakit Komputer)

Gambar.6 Ekstrakurikuler komputer ( Merakit Komputer)


Begitulah cerita tentang Ekstrakurikuler komputer dan robotik yang diterapkan di SMPN 6 Batam, di lain kesempatan akan saya update blog ini. 

Guru Komputer/Robotik SMPN 6 Batam


Henri Kurniawan, S.Kom





Kamis, 12 Mei 2022

2.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Coaching-Pembelajaran Berdiferensiasi - Pembelajaran Sosial Emosional

 

Bapak kihajar Dewantara telah memberikan inspirasi kepada bangsa Indonesia khusus nya saya pribadi tentang penerapan proses pendidikan yang sebenarnya. Pesan yang ingin disampaikan Bapak KHD salah satu nya pembelajaran yang berpihak kepada murid dalam segala hal. Dengan semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani menjadikan guru sebagai among untuk murid. Proses belajar yang berpihak kepada murid. Murid merdeka dalam belajar. Dengan makna proses belajar yang didapati murid khususnya selama disekolah  murid belajar sesuai dengan minat bakat yang ada, murid  belajar dengan nyaman dan aman untuk dapat mengeksplorasi diri nya semaksimal mungkin tidak dalam kondisi penuh ketakutan ataupun tekanan. Harapan nya adalah  kelak murid akan menjadi generasi emas. Seperti generasi yang dicita-cita Bangsa Indonesia.

Guru dalam merapkan perannya sebagai among, maka seorang guru harus terlebih dahulu memahami filosofi Bapak Pendiri Pendidikan Indonesia Kihajar Dewantara, dan mempraktekan nya dalam proses belajar mengajar baik di lingkungan formal ataupun informal. Dalam mempraktekan sistem among, guru juga harus mempunyai ilmu dan pemahaman cara menerapkan nya. ada beberapa cara yang bisa diterapkan salah satu nya adalah dengan berperan sebagai coach bagi murid, menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial emosional.

Guru harus menerapkan peran sebagai coach  dan tentunya murid sebagai coachee. Coach harus mampu mengeluarkan potensi yang ada pada diri seorang murid. Sehingga murid menemukan potensi diri yang terpendam, potensi ini akan membuat murid mampu menghadapi tantangan dan masalah yang dia hadapi dan menjadi percaya diri untuk menatap masa depan yang cerah. Ketika permasalahn diri murid dapat dia selesai sendiri, maka masalah tersebut tidak akan mempengaruhi dalam proses belajar murid dalam menuntut ilmu.

Materi coaching, Pembelajaran berdiferensiasi dan Pembelajaran sosial emosional mempunyai keterkaitan satu sama lain. Ketiga materi pembalajaran ini semua nya berpusat kepada murid untuk menjadikan murid merdeka dalam belajar. Sesuai dengan filosofi bapak KHD. Ketika guru menjadi coach untuk murid maka guru akan mandapatkan data tentang kebutuhan belajar murid dan tentang kehidupan sosial dan emosional murid. Dengan adanya data data tersebut maka guru dapat membuat pembelajaran yang berpusat kepada murid yaitu akan mampu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial emosional dengan tepat.

Pembelajaran berdiferensiasi untuk menyiapkan kebutuhan belajar anak, lebih cenderung untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan murid. Dalam pembelajaan ini guru dapat membuat 3 kategori diferensiasi, yaitu diferensiasi konten, proses dan produk. Dalam diferensiasi ini harus melihat kebutuhan belajar murid. Seperti kesiapan belajar murid, minat belajar murid dan gaya belajar murid. Pada titik inilah guru harus jeli dan mampu membuat pilihan diferensiasi dalam proses belajar. Sebagai contoh untuk melihat kesiapan belajar murid berupa kemampuan pemahaman awal murid dalam menguasai konsep materi, guru harus melakukan assemen berupa tes baik lisan ataupun tertulis. Dari tes ini maka akan dapat data tentang kamampuan awal belajar setiap murid. Kemudian untuk melihat minat belajar murid guru dapat bertanya secara langsung kepada murid ataupun melihat secara nyata ketika disekolah. Sedangkan untuk melihat gaya belajar murid dapat menggunakan test ataupun dapat dilihat secara langsung ketika proses belajar dikelas. Pembelajaran berdiferensiasi ini lebih fokus kepada pengembangan pengetahuan dan keterampilan murid terhadap materi pelajaran.

Pembelajaran sosial emosional untuk menyiapkan psikologis murid sebelum proses belajar dan ini bertujuan untuk mengembangkan  karakter murid. Murid tidak hanya harus memahamai ilmu pengetahuan ataupun ketrampilan namun murid juga harus diajarkan kemampuan dan mengembangkan jiwa sosial dan emosional nya. Pengetahuan dan ketrampilan tidak akan bermanfaat jika tidak dilandasi dengan kemampuan bersosial dan kemampuan mengendalikan emosional. Kemampuan sosial emosional ini perlu guru terapkan dalam proses pembelajaran dikelas. Kemampuan sosial murid akan menjadikan murid mempunyai nilai nilai sosial yang tinggi dan mampu bersosialisasi kepada semua orang. Karena pada hakikatnya manusia adalah mahkluk sosial. Sedangkan kemampuan emosional untuk menjadikan seorang murid mempunyai kemampuan mengedalikan emosinya. Hal ini sangat penting diterapkan dalam kehidupan sosial.

Materi coaching, pembelajaran berdieferensiasi dan pembelajaran sosial emosional semua nya merupakan proses pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik.  Mempunyai keterkaitan satu sama lain. Jika ini diterapkan maka akan mengembangkan dan mampu mengeluarkan potensi, minat, bakat yang ada pada peserta didik. Potensi murid akan semakin berkembang sehingga ia menjadi murid yang merdeka. Merdeka dalam belajar dan menentukan arah hidupnya kelak. Ibarat air, ia akan mengalir lancar tanpa sumbatan. Guru harus mampu menjadi  coach yang handal dan hebat yang menyingkirkan sumbatan-sumbatan itu. Semua ini sesuai dengan ajaran filosopy bapak Pendidikan Indonesia Kihajar Dewantara.

Link Video pembelajaran berdiferensiasi

https://drive.google.com/file/d/1l3_IoxaBQC2Vts0psXjR-OhJl2Mrvw-M/view?usp=sharing

(Ulasan dari Henri Kurniawan-CGP Angkatan 4)

 

3.1.a.10. Aksi Nyata - Praktik menjadi pengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

 Nama CGP : Henri Kurniawan

 Praktik menjadi pengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

Provinsi Kepulauan Riau

 Peristiwa (facts)

 Latar belakang 

Seorang guru merupakan pemimpin dalam pembelajaran, khusus nya dalam kegiatan proses belajar mengajar dikelas, dan tentunya terlibat langsung dengan murid. Sebagai pemimpin pembelajar dikelas yang dipimpin adalah murid. Tangung jawab seorang pemimpin di kelas sudah pasti sangat berat. Banyak keputusan-keputusan penting yang diambil oleh seorang pemimpin. Apalagi hal ini berhubungan dengan perkembangan peserta didik. Jika salah dalam membuat keputusan tentu akan berdampak buruk bagi perkembangan masa depan murid. Akan banyak dilema yang muncul dari setiap keputusan yang diambil. Biasanya sering terjadi pertentangan antara rasa keadailan dengan rasa kasihan. Oleh karena itu sebagai pemimpin pembelajar seorang guru harus bisa membuat keputusan yang bijaksana dan berpihak kepada peserta didik sesuai dengan filosopy bapak Ki Hajar Dewantara. 

Pada kesempatan ini saya sebagai guru dan sebagai pemimpin dalam pembelajaran banyak belajar bagaimana mengambil keputusan yang bijaksana. Pada kesempatan ini saya akan belajar mempraktekkan cara pengambilan keputusan. Mudah-mudahan keputusan ini tepat dan benar. Adapun kasus yang terjadi sebagai berikut. Saya mengajar sebagai guru komputer di kelas IX, pada saat saya melakukan rekap nilai untuk pengolahan nilai ada salah satu murid yang nilai nya untuk mata pelajaran saya sebagian besar nilai nya tidak ada. Baik itu nilai harian maupun nilai tugas. Wali kelas murid tersebut meminta kepada saya untuk memberikan nilai untuk diolah menjadi nilai raport. dan menjelaskan penyebab murid tersebut tidak mengumpulkan tugas karena murid tersebut kondisi nya sakit parah dan butuh waktu lama untuk penyembuhan, tentunya juga tidak bisa masuk sekolah dan belajar seperti murid lain nya. Memang murid tersebut mempunyai semangat yang kuat untuk sekolah. Namun kondisi penyakitnya tidak memungkinkan untuk sekolah, dan butuh fokus dalam penyembuhan, sehingga tugas yang diberikan juga tidak bisa dikerjakan secara maksimal. Wali kelas meminta kepada saya untuk memberikan nilai yang maksimal dengan alasan agar murid tersebut terus semangat belajar dan tidak membuat penyakitnya kambuh, Murid tersebut menderita penyakit kanker sehinga jika dia sedih akan menyebabkan semangat hidupnya menurun.Wali kelas berharap saya tidak memberikan nilai yang pas-pasan atau hanya nilai ketuntasan minimal saja. Hal ini menjadi dilema bagi saya karena akan bertentangan dengan peraturan sekolah, tentunya peraturan yang berhubungan dengan pengolahan nilai. Dimana pengolahan nilai raport tentunya harus melihat dari nilai-nilai yang lain. Seperti nilai harian, nilai tugas, nilai kehadiran, nilai ujian pengetahuan dan ujian praktikum. Nilai-nilai inilah yang hanya sebagian kecil saja yang dimiliki oleh murid tersebut. Jika tidak ada nilai tersebut maka murid itu kemungkinan tidak dapat melanjutkan pada pembelajaran untuk semester berikut nya. Karena pada saat itu murid tersebut berada di semester 1 kelas IX. 

Berdasarkan permasalahan diatas, menjadi dilema sendiri bagi diri saya. Di satu sisi jika saya berikan nilai tentu akan tidak adil bagi murid lain. Karena murid lain mempunyai nilai-nilai yang lengkap, dan sudah bersusah payah untuk mendapatkan nilai tersebut. Jika murid tersebut tidak diberikan nilai akan menyebabkan murid tersebut tinggal kelas dan tentunya akan membuat dia merasa sedih. dan pasti akan berimbas pada kesehatan nya. Dalam menyelesaikan permasalahan ini saya harus memutuskan hal yang bijaksana sehingga tidak merugikan murid yang sakit serta tidak merugikan murid-murid yang lain. 

Sebelum memutuskan permasalahan yang ada tersebut, saya harus terlebih dahulu melihat kenyataan yang sebenarnya. Saya melakukan diskusi dengan orang tua murid, dengan murid tersebut, wali kelas serta kepada kepala sekolah. Saya ingin mengetahui hal yang sebenarnya. Ternyata murid tersebut benar adanya tidak bisa aktif sekolah karena harus berobat karena penyakit kanker yang dia  derita. Tentu tidak bijaksana jika saya menambah beban bagi murid tersebut, Jika salah dalam mengambil keputusan. Hasil analisa permasalahan yang sudah saya lakukan tersebut merupakan bahan kajian bagi saya untuk membuat sebuah keputusan. Keputusan yang diambil menurut pandangan saya adalah merupakan dilema etika (benar lawan benar) bukan bujukan moral (benar lawan salah). Yaitu dilema yang terjadi pertentangan antara rasa keadilan vs rasa kasihan.

Dalam mengambil dan menguji sebuah keputusan saya melakukan cara dengan menggunakan 9 langkah, melihat 4 paradigma dan 3 prinsip. Pada 9 langkah tersebut saya akan melihat apakah permasalahan tersebut diatas merupakan dilema etika ataukah bujukan moral. Berikut ini 9 langkah pengujian yang berguna untuk menentukan apakah permasalah tersebut merupakan dilema etika atau bujukan moral.

1. Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

    Pada kegiatan ini saya melakukan identifikasi masalah. Hasil identifikasi masalah tersebut ada nilai-nilai yang saling bertentangan  yaitu nilai keadilan dan nilai rasa kasihan. 

2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini. 

    Yang terlibat pada kasus ini tentunya saya sendiri sebagai guru mata pelajaran yang diminta untuk memberikan nilai kepada murid oleh wali kelas, kemudian yang terlibat juga adalah wali kelas karena wali kelas tersebut meminta nilai kepada saya, dan meminta nilai paling tidak tuntas. Secara tidak langsung yang terlibat juga adalah orang tua murid serta murid itu sendiri.

3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

    Pada kegiatan ini saya melakukan pengumpulan fakta-fakta yang sebenarnya secara lengkap dan detail. Dengan melakukan pembicaraan dengan wali kelas secara langsung, kemudian juga pembicaraan dengan guru-guru lain, serta dengan orang tua murid serta dengan murid itu sendiri. Fakta ini penting sebelum mengambil keputusan, agar sebuah keputusan berpihak kepada peserta didik, tidak merugikan peserta didik. serta tidak merugikan orang lain.

4. Pengujian benar atau salah

- Uji Legal 

   Pada proses ini untuk mengetahui apakah keputusan yang diambil ada aspek pelanggaran hukum. Hasil analisis saya keputusan yang akan diambil tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi. 

 - Uji Regulasi/Standar Profesional.

   Pada uji regulasi ini juga tidak ada pelanggaran kode etik sebagai guru akibat dari keputusan yang dibuat.

- Uji Intuisi

   Pada proses uji Intuisi ini untuk melihat tindakan ini sejalan atau berlawanan dengan nilai-nilai yang saya yakini, tentunya nilai-nilai yang bersifat universal. Maka hasil analisa saya tidak ada nilai-nilai yang bertentangan atau berlawanan dengan nilai yang saya yakini.

- Uji Publikasi 

  Pada uji publikasi ini keputusan yang saya buat tentunya tidak akan bermasalah jika diketahui oleh publik. Hal ini tidak akan berdampak kepada diri saya sebagai pembuat keputusan.

- Uji Panutan/Idola 

  Pada proses uji panutan berarti keputusan yang saya ambil tidak akan jauh bertentangan dengan soerang yang menjadi panutan atau idola saya. 

Keputusan yang saya ambil lolos dari ke 5 uji tersebut. berarti keputusan tersebut benar sebagai permasalahan dilema etika (benar lawan benar) bukan bujukan moral (Benar lawan salah)

5. . Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.

    Paradigma yang terjadi di situasi yang sedang saya hadapi ini adalah - Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy).  Sehingga keputusan yag saya ambil benar merupakan dilema etika. Situasi yang saya hadapi betul-betul mempertentangkan antara dua nilai-nilai inti kebajikan yang sama-sama penting.

6. Melakukan Prinsip Resolusi 

  Dari 3 prinsip penyelesaian dilema dari 3 prinsip maka prinsip dibawah ini, Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking), Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). Dari ke 3 prinsip tersebut maka prinsip yang saya gunakan adalah prinsip Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). 

7. Investigasi Opsi Trilema

    Ada lebih dari 2 opsi keputusan yang saya pertimbangkan. Keputusan tersebut 1. Tidak memberikan nilai kepada murid tersebut dan lebih mementingkan peraturan yang ada yaitu peraturan sekolah tentang proses penilaian. Sehingga pada hal ini keputusan yang diambil adalah keputusan yang berpihak kepada rasa keadilan untuk semua murid. Namun akan merugikan murid yang bermasalah tersebut. Keputusan 2 yaitu memberikan nilai kepada murid yang bermasalah tanpa memperdulikan rasa keadilan bagi murid lain. dan Keputusan yang 3 adalah saya mencari keputusan yang tidak begitu merugikan rasa keadilan bagi murid lain dan juga mempertimbangkan rasa kasihan bagi murid yang bermasalah tersebut. Keputusan yang saya ambil yaitu opsi ke tiga. Dengan cara memberikan nilai kepada murid yang sedang bermasalah namun tidak merugikan rasa keadilan bagi murid lain. Keputusan nya saya memberikan nilai kepada murida yang bermasalah namun dengan nilai hanya sebesar nilai ketuntasan belajar minimun (KKM), dan bersyarat yaitu siswa tersebut tetap diberikan tugas dan ujian. Namun bobot ujian tugas tersebut dan ujian tersebut tidak sebesar bobot murid murid lain. dengan mempertimbangkan rasa kasihan karena murid tersebut dalam kondisi sakit yang cukup berat. Dan juga diberikan waktu yang fleksibel dalam menyelesaikan tugas dan ujian yang diberikan. Sehingga pada akhirnya murid tersebut tetap dapat mengikuti pelajaran pada semester berikutnya.

8. Buat Keputusan

    Dari beberapa opsi yang ada akhirnya saya membuat sebuah keputusan dengan opsi yang ke 3. Yaitu keputusan yang tidak merugikan rasa keadilan bagi murid-murid lain. dan juga tidak merugikan bagi murid yang sedang sakit tersebut. Yaitu sebuah keputusan yang memberikan nilai kepada murid yang sakit tersebut, namun dengan persayaratan tertentu yaitu murid tersebut tetap mengerjakan tugas dan ujian susulan, serta diberikan keringanan dalam bobot tugas atau soal ujian. dan juga diberikan keringanan waktu pengerjaan nya. Artinya diberikan waktu lebih panjang. Murid tersebut boleh mengerjakan tugas ketika kondisi kesehatannya mulai pulih. 

9. Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

    Keputusan yang sudah saya ambil akan saya analisa terus dan saya lakukan refleksi agar keputusan ini dapat menjadi acuan bagi keputusan-keputusan pada permasalah lain.

Langkah-langkah diatas merupakn panduan dalam mengambil sebuah keputusan dan juga panduan untuk menguji sebuah keputusan. Sehingga dengan melalui rangkaian tahapan yang ada maka keputusan yang saya ambil tidak akan merugikan peserta didik manapun. Sehingga pada akhirnya semua keputusan harus berpihak kepada peserta didik.


Kegiatan Menggali Informasi dengan Orang Tua Murid

Proses Diskusi Dengan Wali Kelas

Dalam melakukan aksi tersebut diatas, kasus ini saya pilih karena hal ini menjadi dilema bagi diri saya dalam membuat keputusan. Tidak mudah membuat sebuah keputusan yang berpihak kepada peserta didik dan harus memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak. Dengan langkah-langkah diatas maka sebuah keputusan paling tidak sudah mendekati keputusan yang tepat. Walaupun setiap keputusan tidak akan dapat memuaskan rasa keadilan semua pihak. Hasil dari aksi nyata yang saya lakukan, yaitu semua pihak dapat memahami keputusan yang sudah saya buat dan dapat menerima keputusan tersebut.


Perasaan (Feelings).

Ketika membuat keputusan dan melihat hasil nya maka saya merasakan senang, dan semua pihak juga merasa senang dengan menerima keputusan yang sudah dibuat. Walaupun memang tidak dapat memenuhi keinginan semua pihak. Namun keputusan tersebut sudah memenuhi rasa kaedailan bagi semua murid, dan tentunya tidak merugikan murid yang sedang mengalami permasalahan.

Pembelajaran (findings)

Pembelajaran yang saya dapatkan dari aksi nyata yaitu sebuah keputusan tidak dapat diambil secara terburu-buru dan butuh waktu serta analisa permasalahan. Sehingga keputusan menjadi lebih tepat dan benar. Dalam membuat keputusan harus juga melibatkan orang lain untuk berdiskusi terhadap keputusan yang dibuat. Kemudian perlu belajar dan praktek secara terus menerus dalam membuat keputusan agar sebuah keputusan bisa diambil tidak memakan waktu terlalu banyak. Sehingga sebuah keputusan dapat diambil secara cepat dan tepat.

Penerapan ke depan (future).

Dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajar, maka saya harus selalu belajar dan belajar serta mempraktekan cara pengambilan keputusan. Tidak perlu menghindar dari permasalahan, karena setiap permasalahan ada solusinya. Kedepannya akan terus menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah-langkah dalam pengambilan dan pengujian keputusan. Walaupun hal tersebut bukan sesuati yang wajib dilakukan. Paling tidak saya dapat menghindari permasalahan dan akibat dari keputusan yang saya ambil. Sehingga tidak menjadi resiko bagi diri sendiri. 














Rabu, 27 April 2022

3.1.a.9. Koneksi Antarmateri - Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Koneksi Antar Materi 

Oleh
 Henri Kurniawan- CGP Angkatan 4

Bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara dengan filosopi Pratap Triloka. Konsep ini diterapakan oleh bapak KHD pada sekolah taman siswa dan sampai saat ini diterakan pada pendidikan di Indonesia. Terdapat tiga unsur penting dan terkenal dalam Patrap Triloka, yaitu: (1) Ing ngarsa sung tulada (ꦲꦶꦁꦔꦂꦱꦱꦸꦁꦠꦸꦭꦝ, "yang di depan memberi teladan"), (2) Ing madya mangun karsa (ꦲꦶꦁꦩꦢꦾꦩꦔꦸꦤ꧀ꦏꦂꦱ, "yang di tengah membangun kemauan"), (3) Tut wuri handayani (ꦠꦸꦠ꧀ꦮꦸꦫꦶꦲꦤ꧀ꦢꦪꦤꦶ" dari belakang mendukung"). Pandangan ini menjadi acuan bagi seorang pemimpin pembelajaran dalam setiap mengambil keputusan yang berhubungan dengan murid. Setiap keputusan tersebut harus berpihak kepada murid. Setiap keputusan yang dimabil  tidak merugikan murid, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang. Seorang pemimpin pembelajar harus memahami makna 3 unsur yang ada dalam pratap triloka tersebut. Dengan memahami makna yang ada tersebut tentunya setiap keputusan yang diambil akan menjadi bijaksana dan tidak merugikan murid.

Nilai nilai yang ada pada unsur Pratap Triloka serta nilai nilai kebaikan yang ada pada diri kita tentunya akan sangat berpengaruh kepada prinsip-prinsip dalam pengambilan keputusan. Ketika dalam diri kita banyak memahami dan selalu menerapkan nilai nilai kebajikan universal dalam kehidupan sehari-hari, tentunya nilai-nilai ini akan membuat keputusan yang diambil sesuai dengan nilai kebajikan yang ada pada diri kita. Oleh karena itu seorang pemimpin pembelajar dalam mengambil keputusan haruslah ada dalam dirinya  tertanam nilai-nilai kebajikan. Sehingga keputusan yang diambil akan bijaksana tidak merugikan murid maupun warga yang ada di lingkungan sekolah, maupun warga ditempat tinggal kita. Nilai-nilai tersebut tidak hanya sebagai teori saja, namun harus benar-benar tertanam dalam diri seorang pemimpin pembelajar. Nilai kebajikan universal tidak bisa didapatkan hanya belajar dari buku namun harus sudah dipraktekan secara terus menerus dalam kehidupan, sehingga menjadi karakter seorang pemimpin pembelajar. Karakter yang baik akan melahirkan keputusan yang baik, begitu juga sebaliknya karakater yang tidak baik akan melahirkan keputusan yang tidak baik juga.

Materi tentang pengambilan keputusan sudah saya dapatkan dari membaca materi di lms baik dalam bentuk teks, video maupun pembelajaran langsung dari fasilitator serta instruktur, bahkan dalam kegiatan forum diskusi tentang materi tersebut. Secara teori semua sudah saya pahami dengan baik, mulai dari 4 paradigma, 3 prinsip serta 9 cara pengujian sebuah keputusan. Semua sudah saya pelajari dan saya praktekkan dalam mengambil sebuah keputusan dari permasalahan yang ada. Tentunya semua ini harus berpihak kepada murid harus berpengaruh positif untuk kepentingan murid baik jangka pendek maupun jangka panjang. Jika mengikuti tata cara pengambilan keputusan yang ada tentunya keputusan yang diambil sudah sangat efektif. Namun belum efesien, karena banyak tahapan  yang harus dilalui sebelum sebuah keputusan tersebut dibuat. Padahal ada keputusan yang harus diambil secara cepat, tepat dan tentunya benar. Jika mengikuti tahapan tersebut tentunya akan sulit dilakukan pengambilan keputusan yang cepat. Oleh karena itu sangat penting bagi seorang pemimpin pembelajar dalam mengambil keputusan selalu mempraktekan teori yang ada. Teori ini dapat dipraktekan jika seseorang selalu menemukan permasalahan, dan tidak menghindar dari masalah yang ada. Hal ini akan mengajarkan seorang mampu membuat keputusan yang cepat, tepat dan benar. 

Seorang guru selain memahami tentang konsep pengambilan keputusan, tentunya harus mempunyai sikap sosial dan emosional yang baik serta tertanam pada dirinya. Sikap sosial dan emosional ini akan sangat berpengaruh terhadap keputusan yang diambil. Oleh karena itu seorang guru harus mampu mengendalikan emosional yang ada pada dirinya serta mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Tanpa hal ini mustahil keputusan yang diambil akan menjadi baik dan bermanfaat bagi murid serta lingkungan sekolah. Sikap sosial emosional ini tidak dapat dipelajari hanya dengan membaca buku namun harus diterapkan dalam diri seorang guru. Penerapan ini harus dlakukan terus menerus dalam kehidupan seorang guru. Hal ini lah yang tidak mudah dilakukan. sehingga banyak guru gagal menjadi pemimpin pembelajar. yaitu Gagal dalam membuat keputusan yang cepat, tepat dan benar. Sebelum mengambil keputusan guru harus mampu mengelola emosi dengan baik serta harus mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Sehingga keputusan yang diambil akan menjadi bijaksana dan tidak merugikan murid serta warga di lingkungan sekolah.

Seorang pendidik dalam kegiatan proses belajar mengajar tentu akan bersentuhan dengan masalah moral atau etika. Khusus nya dalam pengambilan sebuah keputusan. Sebuah keputusan biasanya akan berhubungan dengan dilema etika atau bujukan moral. Dilema etika merupakan pertentangan dari beberapa opsi penyelesaian masalah, dan opsi-opsi ini semua nya bernilai benar namun opsi ini saling bertentangan satu sama lain. Seperti beberapa contoh kasus yang disajikan di LMS. Seorang pendidik harus memutuskan satu opsi yang paling tepat dari beberapa opsi yang ada. Apapun pilihan keputusan seorang pendidik tidak akan salah.  Karena dalam dilema etika semua opsi bernilai benar. Biasanya seorang pendidik akan lebih bijaksana dalam menentukan keputusan nya. Lain hal nya dengan bujukan moral, bujukan moral ini juga akan menjadi dilema etika bagi seorang pendidik. Karena pada bujukan moral opsi yang ada biasanya bernilai benar dan salah arti nya ada opsi yang benar dan ada opsi yang melawan hukum yang berlaku. Seorang pendidik harus memilih opsi yang benar walaupun tantangan nya berat karena selalu dibujuk dan ditekan untuk berbuat salah. Jika memilih opsi yang salah maka akan mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri dan dapat di jerat dengan hukum. Karena opsi yang salah tersebut sudah pasti bertentangan dengan aturan hukum. Oleh karena itu seorang pemimpin pembelajar harus berani mengambil opsi yang benar. Opsi yang benar ini akan sangat sesuai dengan nilai-nilai kebajikan yang dianut oleh seorang pendidik bahkan semua orang.

  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Sebuah keputusan yang tepat tentunya akan sangat berdampak kepada tercipta nya lingkungan yang positif, kondusif dan nyaman. Karena keputusan yang tepat tidak akan merugikan orang banyak, bernilai adil dan bijaksana. Keputusan seperti ini akan diterima oleh semua warga sekolah. Pada prinsif nya semua orang ingin mendapatkan keadilan dari setiap keputusan yang dibuat. Oleh karena itu tentulah keputusan yang tepat akan berpengaruh positif terhadap lingkungan. Inti dari keputusan yang tepat adalah keputusan tersebut harus benar serta tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan universal.

Dalam membuat keputusan yang bertentangan dengan dilema etika tentulah keputusan ini akan menjadi beban tersendiri bagi seorang pendidik karena hal ini biasa nya bertentangan dengan  nilai keadilan universal. Disisi lain keputusan ini berlawanan dengan nilai kasihan. Oleh karena itu sebuah keputusan harus ada pilihan lain sehingga keputusan tersebut tidak terlalu bertentangan dengan nilai keadlian yang dianut. Misalnya ketika melihat anak mencuri atau merokok jika ketahuan maka akan dikeluarkan dari sekolah, namun kadang ada nilai kasihan jika anak tersebut dikeluarkan dari sekolah. Oleh karena itu seorang pendidik haruslah memberikan kesempatan kepada murid untuk memperbaiki tingkah laku nya. Tidak boleh langsung melapor kepada pimpinan yang akan mengakibatkan dikeluarkannya murid tersebut dari sekolah. Seorang pendidik juga harus terus membantu murid tersebut untuk memperbaiki tingkah lakunya. Namun jika tingkah laku murid tersebut tidak berubah juga walaupun berbagai cara sudah dilakukan, maka sudah sepantasnya hal ini dilaporkan kepada pimpinan untuk diberikan keputusan yang lain. Seperti dikeluarkan dari sekolah dan dicari sekolah yang tepat sesuai keinginan murid tersebut seperti sekolah yang berbasis minat dan bakat murid. Jika tidak dikeluarkan dari sekolah murid ini akan mempengaruhi dan merugikan murid-murid lain.

Perubahan keputusan akan menjadi perubahan paradigma dilingkungan sekolah. Karena dalam sebuah keputusan banyak hal yang harus dipertimbangkan. Semua keputusan harus berpihak kepada murid, jangan sampai keputusan yang tidak tepat akan menghambat perkembangan murid-murid disekolah. Seperti setiap kesalahan harus dihukum dengan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku disekolah. Karena harus ada pembinaan terlebih dahulu kepada murid tersebut. Pelanganggaran yang dilakukan oleh seorang murid pasti ada kebutuhan dasar pada murid tersebut yang tidak dapat terpenuhi. Seperti kebutuhan kasih sayang, pengakuan atas jati diri, pertahan diri  dan lain sebagainya. Keputusan yang bijaksana, tepat, dan benar tentunya akan memerdekakan murid. Sesuai dengan filosopi bapak Ki Hadjar Dewantara.

Dari penjabaran diatas sudah tentu setiap keputusan yang baik, bijaksana dan tepat akan berpengaruh positif terhadap karakter murid baik saat ini maupun masa depan murid. Karena murid diperlakukan bukan seperti narapidana. Harus dihukum dengan hukungan fisik maupun psikis ketika melakukan kesalahan. Murid harus diberikan kasih sayang, dan perhatian dari seorang guru. Karena guru merupakan among bagi seorang murid. Murid harus diberikan banyak kesempatan untuk memperbaiki diri dan untuk mengembangkan diri. oleh semua warga sekolah bahkan oleh oarng tua murid tersebut.

Pada akhir nya saya dapat menyimpulkan bahwa modul ini sangat berkaitan erat dengan modul-modul sebelum nya. dimana modul sebelum nya mengajarkan seorang guru untuk selalu berpihak kepada peserta didik. Banyak konsep materi yang diberikan untuk mengembangkan minat, bakat murid serta materi pelajaran yang membuat murid menjadi merdeka dalam hidupnya, merdeka dalam belajar. Sedangkan materi pada modul ini adalah mengajarkan seorang guru sebagai pemimpin pembelajar untuk membuat keputusan yang tepat, benar dan bijaksana bagi murid disekolah. Guru harus benar benar menganalisa permasalahan yang ada sebelum mengambil keputusan bagi murid. Jika keputusan yang diambil salah maka akan merusak generasi bangsa. Murid adalah generasi bangsa yang harus didik, diajarkan, dan dibimbing sehingga menjadi generasi emas. Inilah merupakan cita-cita para pendiri pendidikan di Indonesia.





Kamis, 25 Januari 2018

Ujian Sekolah berbasis Komputer

Pada kesempatan ini, penulis akan berbagi bagaimana membuat ujian sekolah berbasis komputer. Pada saat ini banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan untuk ujian berbasis komputer. Penulis akan membahas program yang digunakan yaitu Moodle.

Rekomendasi server yang digunakan untuk ujian adalah

  • Intel Procesor Min I3,
  • Ram 4 GB

Aplikasi yang digunakan adalah
  1. Moodle
  2. Mysql
  3. Apache
  4. DHCP Server
  5. Phpmyadmin
Sedangkan Sistem operasi yang digunakan adalah Linux ubuntu server.

Demikian dulu yang bisa ditulis saat ini, dilain waktu akan dijelaskan secara detail



PreTest Silent Teacher (Algoritma dan Pemrograman Komputer )

Silahkan klik link dibawah ini untuk Game/ Kuis Kuis Algoritma   dan Pemrograman (Pre Test) Setelah mengisi Post test siswa belajar Algoritm...